
Sejak tahun 2002, drg. Suryaningsih, S setia melayani masyarakat di daerah Kelapa Gading dan sekitarnya. Di ruang praktiknya, ia tidak hanya merawat gigi, tetapi memulihkan senyum dan menghadirkan ketenangan bagi setiap pasien yang datang.
Bagi drg. Suryaningsih, profesi dokter adalah panggilan. Ilmu adalah alat, tetapi hati adalah dasar pelayanannya. Ia percaya bahwa setiap orang yang duduk di kursi perawatan bukan sekadar pasien, melainkan pribadi yang berharga.
Beberapa tahun yang lalu, beliau juga dipercaya menjadi Kepala Puskesmas. Amanah itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Dalam kepemimpinannya, ia belajar bahwa melayani dalam skala yang lebih besar tetap membutuhkan satu hal yang sama: hati yang tulus.

Namun ada sisi pengabdian yang mungkin tidak banyak diketahui orang.
Ketika bertemu mereka yang berkekurangan, ia tergerak membantu tanpa menunggu diminta. Ia memilih memberi dalam diam, tanpa sorotan.
Secara khusus, beliau juga melayani para pendeta dan gembala yang datang berobat gigi kepadanya tanpa dipungut biaya. Ia melayani mereka secara gratis sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap panggilan pelayanan yang mereka emban. Baginya, jika para pemimpin rohani dikuatkan, maka jemaat dan banyak jiwa juga akan turut diberkati.
Lebih dari dua puluh tahun pengabdian ini bukan sekadar catatan waktu, tetapi jejak kasih yang nyata. Ia membuktikan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi dari seberapa banyak kehidupan yang disentuh.
Karena pada akhirnya, ilmu dapat membuat seseorang dihormati, tetapi hati yang melayani akan membuatnya dikenang.


