Seputar Dunia Film

oleh

Kita sering mendengar istilah Casting. Tetapi masih banyak orang awam yang belum memahami arti dan proses casting secara lebih mendalam. Casting adalah proses memilih aktor yang paling tepat untuk memerankan setiap karakterdalam sebuah film—berdasarkan kebutuhan cerita, karakter di naskah, serta visi sutradara.

Dalam produksi profesional, casting bukan sekadar mencari orang yang bisa berakting, tetapi mencari:

orang yang paling cocok secara karakter, emosi, fisik, dan kepribadian dengan tokoh dalam cerita.

Casting bukan mencari “aktor terbaik”, tetapi aktor yang paling tepat untuk karakter tertentu.

Aktor ‘A’ bisa sangat hebat aktingnya, tetapi belum tentu cocok untuk tokoh yang sedang dicari.

Bisa dikatakan Casting sama dengan mencari orang yang bisa membuat karakter terasa ‘hidup’ di layar.

Biasanya, proses casting meliputi:

  • Casting call (pengumuman audisi)

Casting Call itu tentang; siapa yang dicari, usianya berapa, gender, karakter, dan atau kebutuhan khusus (dialek, kemampuan tertentu, dll).

Pendaftarannya bisa open casting atau by invitation

  • Tes peran (audisi)

Di tahap ini, aktor akan membaca dan menghafal dialog, memerankan satu adegan pendek sesuai naskah, terkadang diminta improvisasi

  • Tes ulang (callback)

Aktor yang terpilih dipanggil ulang. Di sini biasanya dilakukan tes chemistry dengan aktor lain, dicoba dalam versi karakter yang berbeda, dan disimulasikan beberapa adegan yang ada di naskah. Callback sangat menentukan apakah seseorang itu akan terpilih dan berlanjut main film atau tidak.

  • Penetapan pemeran

               Aktor yang terpilih akan dikonfirmasi, kemudian masuk daftar pemeran resmi dan dijadwalkan reading   & rehearsal. Setelah ditetapkan daftar pemeran utama, pemeran pendukung dan figuran maka casting dinyatakan selesai.